Feature - Oase Di Tengah Metropolitannya Kota Bandung
Feature
Oase Di Tengah Metropolitannya Kota Bandung
“Hanyalah yang memakmurkan
masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari
kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut
(kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan
orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” , kutipan
Firman Allah Swt dalam (QS At-Taubah: 18) . Ayat yang mulia ini menunjukkan
besarnya keutamaan memakmurkan masjid yang didirikan karena Allah Ta’ala, dalam
semua bentuk pemakmuran masjid, bahkan perbuatan terpuji ini merupakan bukti
benarnya iman dalam hati seorang hamba .
Masjid merupakan media tempat kaum muslimin berkumpul dan
melaksanakan ibadahnya kepada Allah Swt . Di Kota Bandung yang dijuluki dengan Paris
Van Java ini terdapat sebuah masjid dengan menara kembarnya menjadi ikon
Kota Bandung selain itu disediakan pula akses menuju bagian atas menaranya juga
. Masjid ini memiliki nama resminya dengan nama Masjid Raya Bandung Provinsi
Jawa Barat , dalam setiap harinya banyak sekali para pengunjung dari dalam dan
luar kota pun singgah di Masjid ini untuk beribadah , bersantai di halamannya
atau sekedar hanya ingin naik ke menaranya untuk menikmati suasana Kota Bandung
diatas ketinggian . Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat ini memiliki nama
yang khas bagi masyarakat Kota Bandung dengan menyebutnya “ Masjid Agung
Bandung” karena masjid ini dahulunya bernama seperti itu sebelum berganti nama
menjadi saat ini selain itu sering diselenggarakannya acara – acara seperti
tabligh akbar , sholawat , manaqib dan sebagainya yang tentunya berskala
provinsi , nasional , bahkan internasional pernah diselenggarakan di tempat ini
otomatis tempat ini menjadi magnet pusat bagi masyarakat Kota Bandung sebagai
bentuk antusias berpatisipasi dalam kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid .
Apalagi di setiap Bulan Ramadhan dari waktu Ashar hingga menuju buka puasa Maghrib
. Masjid Agung ini menjadi pusat kegiatan umumnya bagi masyarakat Kota Bandung
untuk ngabuburit, beribadah dan melepas penat setelah seharian melakukan
aktivitas di bulan Ramadhan . Dan dari pihak DKM pun menyediakan takjil untuk
berbuka namun terbatas dikarenakan para pengunjung / jamaah yang banyak .
Status masjid ini adalah sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat.
Masjid ini pertama dibangun tahun 1810, dan sejak didirikannya, Masjid Agung
telah mengalami delapan kali perombakan pada abad ke-19, kemudian lima kali
pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai peresmian
Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jabar saat itu,
H.R. Nuriana. Masjid baru ini, yang bercorak Arab, menggantikan Masjid Agung yang
lama, yang bercorak khas Sunda. Akses menuju Masjid Raya Bandung berada di Alun-alun Bandung
dekat ruas Jalan Asia-Afrika, pusat Kota Bandung. Lokasinya yang berada di
pusat kota membuatnya begitu mudah untuk ditemukan , jika melihat gurun pasir
tak heran bagaikan sumber air / oase di tengah gurun pasir relevansinya di
tengah hiruk pikuknya suasana kota dan padat lingkungannya dengan gedung
pencakar langit namun ada penyeimbangnya yakni di pusat kota ini Kota Bandung
memiliki tempat yang mulia bagi masyarakat Kota Bandung untuk melaksanakan
ibadah yaitu di Masjid Agung ini . Tak jauh dari masjid ini, di ruas jalan yang
sama berdiri megah Gedung Merdeka dan Hotel Preanger, dua bangunan yang begitu
lekat dengan sejarah Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Ruas jalan antara Hotel
Savoy Homann dan Gedung Asia-Afrika ini menjadi saksi bisu perjalanan para
pemimpin negara negara Asia Afrika yang berjalan kaki dari Hotel Homman tempat
mereka menginap ke lokasi konfrensi di Gedung Asia Afrika termasuk untuk sholat
di Masjid Agung Bandung dan sebaliknya. Hal ini mendukung para turis disuguhkan
dengan bangunan bersejarah yang ada di Kota Bandung sebagai wisata sejarahnya .
Eksistensi
Masjid Agung saat ini bisa dikatakan sebagai tempat wisata religi bagi para
turis yang berkunjung dan beribadah disana tentunya ini merupakan lahan sektor
pariwisata bagi pemkot Bandung dengan langkah cepatnya pemerintah pun bertindak
dengan meremajakan daerah halaman Masjid Agung ini yang dahulu kurang tertata
dengan rapih sekarang tertata dengan baik diimbangi dengan satuan pengamanan
yang dikerahkan di lokasi yang selalu berjaga , kemudian bisa dilihat secara
insfrastruktur pun di perhatikan disediakannya tempat sampah yang memadai ,
arena bermain untuk anak dengan rumput sintetisnya , taman , parkir dan yang
pastinya para pedagang kaki lima di relokasi ke tempat yang telah ditentukan
tak jauh dari masjid itu . Itupun ditujukan demi ketertiban dan keindahan
halaman Masjid Agung ini



Komentar
Posting Komentar