Opini - Kembalikan Spirit Keagamaan Sebagai Perekat Nusa & Bangsa

Komentar Republika

Kembalikan Spirit Keagamaan Sebagai Perekat Nusa & Bangsa
            
     Dalam hal tersebut masyarakat Indonesia melihat hal tersebut umumnya sangat kurang menyepakati tindakkan persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad . Jagat Publik linimasa menjadi heboh dikarenakan Ustadz Abdul Somad yang diterpa persekusi oleh sekelompok umat bergama yang ada di Bali . Pendakwah yang hits melalui mesdos ini mendapat penolakan ketika ia hendak menyampaikan pesan – pesan dakwahnya . Sungguh sangat disayangkan ketika persatuan dan kesatuan bangsa ini dicederai oleh beberapa pihak yang kurang tepat melakukan tindakan seperti itu . Di tengah berkembang zaman ini disertai peradaban yang semakin maju dan dewasa dalam proses berfikirnya , mestinya jangan kembali ketika masa – masa peradaban silam di tengah tidak adanya persatuan dan kesatuan antar umat beragama yang menjadikan setiap elemen salam suatu bangsa terpecah – belah . Sejatinya spirit keagamaan yang dianut oleh setiap agama yakni nilai persatuan , kedamaian , memanusiakan manusia , dan bermusyawarah yang terjalin satu sama lainnya memiliki peran menjaga keutuhan bangsa ini , bukan saling marah memarahi dan memprovokasi satu sama lainnya , dalam bentuk inilah spirit keagamaan yang berupa nilai dan norma yang terbangun mesti dan harus bisa di tranformasikan dalam kehidupan sehari – hari terlebih khusus antar umat beragama sehingga tidak adanya suatu identitas yang mayoritas menegasikan kelompok lain yang minoritas namun dalam hal ini kehidupan yang toleran , seimbang serta moderat wajib untuk dibangun bersama - sama  .
Menyoroti peristiwa tersebut tidaklah relevan dengan jalan hidup dan pemikiran bangsa ini yakni Pancasila , UUD 1945 , Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. Jelas dalam nilai – nilai itu merupakan adanya sublimasi dari spirit keagamaan dan kebangsaan untuk pedoman bangsa ini sangat dijaga sekali dan menjunjung tinggi cita – cita luhur bangsa , dengan adanya persatuan dan kesatuan yang terjalin , bagaimana bapak bangsa kita telah susah payah mendirikan bangsa ini dengan adanya kesukarelaan dari setiap pihak tanpa mengedepankan ego pribadinya namun kedaulatan dan persatuan lah yang menjadi tolak ukurnya dalam hidup berbangsa dan bernegara , sehingga apa yang di cita- citakan bapak bangsa kita kini terwujud dan menjadi tanggung jawab bersama bagi kita sebagai anak bangsa yang turut memperjuangkan dan mengisi hari – hari kita dengan nilai – nilai kemerdekaan yang telah diperjuangkan sebelumnya .


Pernah dimuat di REPUBLIKA pada Kamis . 21 Desember 2017
http://ajigunawan12.blogspot.co.id/2018/01/opini-termuat-di-republika.html

Penulis : Aji Gunawan , Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Komunikasi & Penyiaran Islam , UIN Sunan Gunung Djati Bandung .

Komentar

Postingan Populer